Kades Harenoro Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Angkut Tiang Listrik PLN Tanpa Upah

Lahusa - April Ndruru, Kades Harenoro, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan,  menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh masyarakat Desa Harenoro atas antusiasme dan kekompakan dalam kegiatan gotong royong pengangkutan tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam keterangannya, April Ndruru menegaskan bahwa partisipasi warga dalam proses pengangkutan tiang listrik dilakukan secara manual tanpa menerima upah. Meski demikian, masyarakat tetap menunjukkan semangat dan kepedulian tinggi demi terwujudnya aliran listrik di desa yang selama ini belum menikmati penerangan dari PLN.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh masyarakat Harenoro yang dengan sukarela bergotong royong mengangkut tiang listrik secara manual. Walaupun tidak ada upah dalam pekerjaan ini, warga tetap antusias dan kompak. Ini adalah wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kemajuan desa,” ujar April Ndruru.

Ia menjelaskan bahwa akses menuju lokasi pemasangan tiang listrik cukup menantang karena kondisi geografis desa yang masih tergolong terpencil. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk turut serta membantu proses distribusi material kelistrikan.

Lebih lanjut, Kepala Desa Harenoro juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PLN, mulai dari tingkat pusat hingga cabang, atas perhatian dan komitmen dalam menghadirkan layanan listrik ke wilayah terpencil seperti Desa Harenoro di Kecamatan Lahusa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak PLN dari pusat hingga ke cabang atas perhatian dan dukungannya kepada desa kami yang selama ini belum masuk listrik. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat dan menjadi harapan baru bagi kemajuan desa,” tambahnya.

Dengan masuknya jaringan listrik nantinya, masyarakat Desa Harenoro diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, menunjang aktivitas pendidikan anak-anak, mendukung pertumbuhan ekonomi warga, serta memperbaiki pelayanan publik di tingkat desa.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan adalah modal utama dalam membangun desa, meskipun di tengah berbagai keterbatasan. (Saron. T)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama