Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas ekonomi seperti bertani, berdagang, maupun transportasi. Kondisi ini diperparah dengan minimnya alternatif SPBU lain yang jaraknya cukup jauh dari pusat aktivitas masyarakat.
Salah seorang masyarakat “Sering kali kami datang, tapi SPBU tutup. Tidak ada pemberitahuan jelas, apakah karena BBM habis atau alasan lain,” ujar salah satu warga setempat. Ia menambahkan bahwa situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan perbaikan operasional.
Ironisnya, menurut pengakuan warga, SPBU tersebut hampir selalu tidak beroperasi setiap hari pekan hari Sabtu. Padahal, pada hari tersebut kebutuhan masyarakat terhadap BBM justru meningkat, terutama untuk keperluan mobilitas dan kegiatan ekonomi.
Kondisi ini memicu keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat. Mereka berharap pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait dapat segera memberikan kejelasan serta solusi konkret agar distribusi BBM kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Sejumlah tokoh masyarakat juga mendesak adanya pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang guna memastikan operasional SPBU berjalan sesuai standar pelayanan. Mereka menilai, keberadaan SPBU seharusnya menjadi penopang aktivitas masyarakat, bukan justru menambah beban dengan ketidakpastian layanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU 16.228.002 terkait penyebab pasti seringnya penutupan tersebut.
Awak media ini, telah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU namun tidak berhasil karena yang bersangkutan tidak berada dilokasi
Masyarakat berharap permasalahan ini segera mendapat perhatian serius demi kelancaran aktivitas di wilayah Lahusa dan sekitarnya. UT/saron


Posting Komentar