Mentawai, 22 April 2026 — Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, S.E., menyambut kedatangan Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache, Ir., S.T., M.M., bersama Anggota DPRD Nias Selatan Komisi B, Lulujatulo Sarumaha (Fraksi Demokrat), serta tim dalam rangka studi teknis pengelolaan Daya Tarik Wisata (DTW) selancar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam mempelajari tata kelola destinasi wisata selancar kelas dunia yang telah berkembang pesat di Mentawai. Fokus utama studi meliputi pengelolaan infrastruktur, sistem keamanan peselancar, hingga pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata berkelanjutan.
Dalam arahannya, Wabup Yusuf Nache menegaskan bahwa Nias Selatan memiliki potensi besar melalui destinasi unggulan seperti Pantai Sorake, Lagundri, dan Kepulauan Batu yang dikenal luas oleh peselancar internasional. Namun demikian, pengembangan sektor pariwisata dinilai masih membutuhkan penguatan melalui studi komparatif agar mampu menjawab kebutuhan wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mentawai adalah contoh sukses pengelolaan wisata selancar berbasis komunitas dan alam. Kami ingin mempelajari bagaimana mereka mengelola akomodasi, keamanan peselancar, dan promosi sport tourism agar dapat diadaptasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Nias Selatan, khususnya pasca penyelenggaraan WSL Nias Pro,” ujar Yusuf Nache.
Selama kunjungan berlangsung, rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik selancar unggulan di Mentawai. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Dinas Pariwisata setempat terkait praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan wisata bahari yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Diharapkan melalui kunjungan ini, Nias Selatan dapat mengadopsi strategi pengelolaan yang efektif dan terintegrasi guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi masyarakat lokal, serta menjadikan daerah sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia. UT/saron

Posting Komentar