Polres Nias Selatan Fasilitasi Pengobatan Anak Penderita Stunting ke RS Bhayangkara Polda Sumut

Foto Sonahami Lase dua dari kanan
Usuttuntas.com, Nias Selatan - Kepedulian terhadap kesehatan anak kembali ditunjukkan oleh Polres Nias Selatan melalui aksi nyata. Kasat Binmas Polres Nias Selatan, AKP Sonahami Lase, S.H., bersama personel Sidokkes mengantarkan seorang anak penderita stunting, Juliana Buulolo (10), ke Bandara Binaka untuk selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara, Selasa (07/04/2026).

Dalam proses pendampingan tersebut, Juliana tidak sendiri. Ia turut didampingi oleh Kapolsek Lahusa IPDA Yudhi Andika, S.T., M.M., ibundanya Sidihati Hulu, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Lahusa, Krisna Yanthi Handa Yani Zebua. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bentuk sinergi dalam memastikan Juliana mendapatkan penanganan medis yang optimal.

Program bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Polres Nias Selatan, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Utara, dan Angkatan Muda Sisingamangaraja (AMS). Fokus utama bantuan adalah memberikan penanganan medis intensif bagi anak-anak yang mengalami stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Nias Selatan.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan mengalami gangguan pertumbuhan.

Foto saat di bandara binaka Gunung Sitoli 

“Juliana Buulolo akan menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan intensif lebih lanjut. Kami akan memberikan intervensi kesehatan, memantau kondisinya, serta menyediakan asupan makanan bergizi seperti susu, telur, dan vitamin agar pertumbuhannya dapat lebih optimal,” ujarnya.

Juliana merupakan anak dari pasangan Sarowamati Buulolo dan Sidihati Hulu, warga Desa Hilinawalo Balaikha, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan. Selain kondisi kesehatannya, lingkungan tempat tinggal Juliana yang dinilai kurang layak juga menjadi perhatian khusus dalam upaya pemulihannya.

“Juliana bersama orang tuanya tinggal di lingkungan yang memerlukan perhatian lebih, sehingga kami merasa perlu hadir memberikan bantuan secara langsung,” tambah Kapolres.

Langkah proaktif dengan metode “jemput bola” yang dilakukan Polres Nias Selatan ini diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam penanganan stunting di daerah tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Nias Selatan.UT/saron

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama