![]() |
| Foto korban saat hidup dan ditemukan |
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, peristiwa bermula saat korban pulang dari sekolah bersama adik laki-lakinya. Dalam perjalanan, keduanya sempat singgah sejenak di sebuah warung untuk membeli mie instan. Lalu korban berjalan lebih dahulu menuju rumah, sedangkan adiknya menyusul di belakang.
Namun, ketika adiknya tiba di rumah, korban tidak terlihat dan belum sampai di kediaman. Cemas, keluarga segera mencari ke seputaran jalan pulang dan memastikan ke kerabat, namun hasilnya nihil. Pencarian dilakukan secara terus-menerus oleh keluarga dan warga selama dua hari hingga akhirnya jasad korban ditemukan di aliran sungai kecil yang terletak di tengah kawasan perkebunan.
Di sekitar lokasi penemuan, tim pencari juga menjumpai barang-barang milik korban yang masih lengkap, antara lain tas sekolah, seragam, serta sepatu yang dipakainya saat berpisah dengan adiknya.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Alasa, IPTU Fanema Lase, segera mendatangi TKP didampingi tim medis dari Puskesmas Alasa Talumuzoi. Jasad kemudian dievakuasi ke RSU Thomson untuk dilakukan pemeriksaan luar guna mengetahui kondisi awal jenazah.
Kapolres Nias, AKBP Agung S.D.C., S.Psi., M.Psi., Psi., M.K.P., langsung memerintahkan Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Soni Z., S.H., beserta timnya turun ke lapangan membantu penyelidikan secara mendalam.
"Penyebab dan motif kejadian masih dalam proses pengungkapan. Kami memohon kerja sama masyarakat, jika ada informasi dapat disampaikan kepada kami, dan identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya," ujar Kapolres.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan isu yang belum pasti. Penanganan berjalan profesional dengan semangat TA’ORAHU NIAS: Tanggap, Terbuka, Tuntas, Humanis, Melayani, Proaktif, dan Santun.
Red

Posting Komentar