Warga Desa Olanori Kecewa, Tim Audit Inspektorat Dinilai Tertutup Kepada Pelapor Saat Lakukan Audit

Sumber foto dari Lasali Baene

Nias Selatan  - Kedatangan tim audit Inspektorat Kabupaten Nias Selatan ke Desa Olanori menuai sorotan dan kekecewaan dari sejumlah masyarakat pelapor. Warga menilai proses audit, termasuk pengukuran serta pembobotan fisik kegiatan desa yang sebelumnya telah dilaporkan, dilakukan secara tertutup dan tanpa pemberitahuan kepada pihak pelapor. Kamis, 07/05/2026.

Masyarakat menduga tim audit lebih banyak mendengarkan penjelasan sepihak dari Kepala Desa Olanori tanpa melibatkan warga yang sejak awal menyampaikan laporan dugaan penyelewengan dana desa ke sejumlah instansi terkait.

Kekecewaan tersebut disampaikan langsung oleh warga pelapor, Sozisokhi Baene dan Tarasoli Halawa. Mereka mengaku telah mencoba mempertanyakan sejumlah kegiatan fisik yang sedang diukur oleh tim audit bersama pihak PU di beberapa titik yang sebelumnya telah mereka laporkan. Namun, menurut keduanya, pertanyaan yang diajukan tidak mendapat tanggapan serius dari tim di lapangan.

“Kami sudah berusaha menyampaikan pertanyaan dan meminta penjelasan terkait beberapa kegiatan di titik yang kami laporkan, tetapi tim audit seolah tidak menghiraukan kami. Mereka hanya mengatakan agar kami mengikuti saja prosesnya,” ungkap Sozisokhi Baene dan Tarasoli Halawa kepada wartawan.

Warga menilai sikap tertutup yang ditunjukkan pihak Inspektorat menimbulkan kesan bahwa proses pemeriksaan tidak berjalan objektif dan transparan. Mereka menduga tim audit lebih fokus menerima keterangan dari kepala desa dibanding menggali fakta serta informasi langsung dari masyarakat pelapor yang mengetahui kondisi di lapangan.

Bahkan, masyarakat mengaku mulai mencurigai adanya keberpihakan dalam proses audit tersebut. Dugaan itu muncul karena minimnya keterbukaan kepada warga selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Kami sebagai pelapor merasa ada yang janggal. Tim audit datang melakukan pengukuran tanpa melibatkan kami sebagai pihak yang melapor. Karena itu kami menduga ada permainan atau main mata antara pihak audit dengan kepala desa,” ujar Sozisokhi.

Akibat situasi tersebut, warga mengaku kecewa, tertekan, dan merasa diabaikan. Mereka berharap audit yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Nias Selatan dapat berjalan secara jujur, profesional, dan terbuka kepada masyarakat, terutama kepada pihak yang telah melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan dana desa.

 “Kami hanya ingin proses ini dilakukan secara adil dan transparan. Jangan sampai masyarakat yang melapor justru merasa ditekan dan tidak didengar,” tegas Sozisokhi Baene.

Hingga berita ini diterbitkan, saat awak media melakukan konfirmasi kepada salah satu tim dari inspektorat tanggal 7 mei 2026, terkait Kegiatan apa di desa Olanori, namun belum ada keterangan resmi dari pihak Inspektorat Kabupaten Nias Selatan maupun tim dari PU terkait tudingan masyarakat tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, segera turun tangan mengevaluasi proses audit dan pembobotan fisik yang dilakukan di Desa Olanori agar hasil pemeriksaan benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan serta menjunjung prinsip transparansi dan keadilan. 

Lasali Baene 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama