Lahusa – Terkait postingan yang sempat viral di media sosial Facebook melalui akun Faozinema Laia, yang mengatasnamakan diri sebagai orang tua/wali murid dari Yohan Jatulo Waana, siswa SMKN 1 Lahusa, akhirnya diklarifikasi. Dari hasil konfirmasi langsung awak media, orang tua menyatakan bahwa isi unggahan tersebut tidak benar dan terjadi akibat kesalahpahaman antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
Dalam keterangannya kepada awak media, Faozinema Laia mengakui bahwa unggahan yang dibuat sebelumnya dilakukan dalam kondisi emosi dan tanpa memahami secara utuh kronologi kejadian yang sebenarnya. Setelah dilakukan komunikasi langsung dengan pihak sekolah, diketahui bahwa permasalahan yang terjadi murni bersifat internal dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Permasalahan ini hanya kesalahpahaman. Tidak seperti yang tertulis dalam postingan saya sebelumnya,” ujar orang tua wali murid saat memberikan klarifikasi.
Sebagai bentuk tanggung jawab, orang tua wali bersama siswa telah mendatangi SMKN 1 Lahusa untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak sekolah, khususnya kepada bapak dan ibu guru. Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana terbuka dan penuh itikad baik, hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan.
Pihak sekolah pun menerima permohonan maaf tersebut dan menegaskan komitmennya untuk tetap membina serta mendidik siswa sesuai aturan dan norma yang berlaku di lingkungan pendidikan.Untuk diketahui, Yohan Jatulo Waana kini telah kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa di SMKN 1 Lahusa. Sebagai bagian dari penyelesaian masalah, yang bersangkutan juga telah menandatangani surat pernyataan berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.
Dengan adanya klarifikasi ini, orang tua wali berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang beredar sebelumnya di media sosial dan dapat melihat persoalan ini secara utuh dan berimbang.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyampaikan informasi yang belum terverifikasi, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun dampak negatif bagi pihak lain. (Saron. T)


Posting Komentar