Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang dinilai kredibel dan mengetahui kondisi internal Puskesmas Somambawa. Kepada wartawan, sumber tersebut menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak pernah terlihat hadir, apalagi melaksanakan tugas sebagai tenaga honorer di lingkungan puskesmas Somambawa.
“Nama itu tidak pernah kami kenal sebagai honorer aktif. Tidak pernah masuk, tidak pernah bertugas. Tapi justru tercantum dalam daftar pengangkatan PPPK paruh waktu,” ungkap sumber tersebut.
Ironisnya, menurut sumber yang sama, terdapat tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi secara aktif, namun justru tidak diusulkan atau namanya tidak masuk dalam daftar. Kondisi ini memicu tanda tanya besar terkait mekanisme pengusulan dan validasi data honorer di Puskesmas Somambawa.
Sorotan tajam pun mengarah kepada Kepala UPTD Puskesmas Somambawa, yang dinilai memiliki peran strategis dalam proses pengusulan nama-nama tenaga honorer. Publik mempertanyakan dasar pencantuman nama yang diduga tidak pernah mengabdi, sementara tenaga yang nyata-nyata bekerja justru terabaikan.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan ketidakadilan dan maladministrasi dalam proses pengangkatan PPPK paruh waktu, khususnya di sektor pelayanan kesehatan. Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan dan instansi berwenang untuk segera melakukan klarifikasi dan audit terbuka agar tidak mencederai rasa keadilan para tenaga honorer yang selama ini mengabdi tanpa kepastian.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Somambawa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut walaupun sudah dikonfirmasi melalui Akun WhatsApp nya. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi.
(Saron. T)

Posting Komentar