Nias Selatan, Boronadu — Kondisi SMP Negeri 3 Boronadu menuai sorotan dari masyarakat setempat. Seorang warga yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah menyampaikan keluhan serius terkait situasi yang dinilai memprihatinkan, terutama menyangkut kehadiran tenaga pengajar.
Foto warga saat mendatangi gedung SMP negeri 3 Boronadu
Keluhan tersebut mencuat setelah diunggah melalui video dan tulisan di akun Facebook milik Pak Mentari Laia. Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian warga dan memicu keprihatinan publik.
Dalam postingannya, warga tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap minimnya kehadiran guru di sekolah. Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada perilaku siswa yang menjadi kurang terkontrol.
“Keadaan sekolah SMP Negeri 3 Boronadu, anak sekolah selalu liar, karena bapak ibu guru jarang hadir di sekolah,” tulisnya.
Dalam cuplikan video tersebut terlihat beberapa warga menyambangi lokasi sekolah SMP negeri 3 Boronadu, dan ternyata hanya satu orang Guru yang hadir.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Pak Mentari Laia membenarkan isi unggahan tersebut. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan merupakan kondisi nyata di lapangan sekaligus aspirasi masyarakat dan para orang tua siswa.
“Itu benar adanya, bahkan ada videonya. Ini adalah keluhan dari masyarakat dan orang tua siswa yang prihatin,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti dugaan rendahnya tingkat kehadiran sejumlah tenaga pendidik, termasuk guru berstatus PPPK. Menurutnya, hal tersebut menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan secara optimal.
“Kami sangat sedih. Terkadang guru yang hadir hanya satu orang, seperti yang terjadi hari ini,” tambahnya.
Pak Mentari juga menyebut adanya beberapa oknum guru PPPK yang diduga jarang masuk sekolah, sebagaimana yang ditunjukkan dalam dokumentasi yang diterima awak media sebagai berikut :
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Mereka menilai minimnya kehadiran guru dan lemahnya pengawasan dapat berdampak buruk terhadap kualitas pendidikan serta perkembangan karakter anak-anak.
Sebagai bentuk kepedulian, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan melakukan peninjauan langsung ke SMP Negeri 3 Boronadu. Mereka berharap ada langkah konkret, termasuk peningkatan disiplin dan kehadiran tenaga pengajar.
“Kami sebagai orang tua siswa memohon kepada dinas pendidikan agar segera meninjau sekolah ini,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan kasek SMPN 3 Boronadu bungkam dan belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah ketika dikonfirmasi awak media melalui akun WhatsAppnya, walau terlihat aktif bertanda centang dua dan terbaca.
Maka Terkait aspirasi tersebut Masyarakat berharap kiranya Dinas terkait (Dinas Pendidikan Nias Selatan) agar segera menindaklanjutinya demi menjamin keberlangsungan pendidikan yang lebih baik di wilayah Boronadu.
(UT/Saron)


Posting Komentar