Nias Selatan - Selasa, 23 Desember 2025. Warga Desa Hilimboho, Kecamatan Susua, Kabupaten Nias Selatan, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara aktivitas SMP Negeri 3 Susua. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan kepala sekolah, Tulus Ikhlas Telaumbanua, yang menurut penilaian masyarakat dinilai tidak aktif menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah.
Penutupan sekolah ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam pengelolaan sekolah. Salah satu yang disoroti adalah pemberhentian sejumlah guru honorer yang sebelumnya telah lama mengabdi, namun dilakukan tanpa penjelasan dan alasan yang jelas.
Sebagai pengganti, pihak sekolah disebut-sebut mengangkat beberapa anggota keluarga kepala sekolah. Warga menilai mereka tidak pernah hadir mengajar dan statusnya sebagai tenaga pendidik pun tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat, terutama orang tua siswa yang khawatir terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Sebagai simbol penolakan, warga menutup akses menuju sekolah serta menanam pohon pisang dan bibit kelapa di halaman SMP Negeri 3 Susua. Aksi tersebut dimaknai sebagai tanda bahwa sekolah dinilai tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya sebagai lembaga pendidikan.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Hilimboho, Aranifasa Buulolo, melalui wartawan Kabarinvestigasi.id dan dilanjutkan kepada awak media menyampaikan bahwa tindakan warga bukan bertujuan menghambat pendidikan, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap nasib pendidikan anak-anak di desa tersebut.
“Kami tidak menolak sekolah. Kami hanya ingin pendidikan anak-anak kami dikelola dengan baik, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Warga Desa Hilimboho berharap adanya perhatian serius dan langkah tegas dari pihak terkait, khususnya:
**Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan
**Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
**Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia
Masyarakat meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Kepala SMP Negeri 3 Susua, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Warga juga berharap para siswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan, dan para guru dapat kembali mengabdi secara profesional.
Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak. Penutupan SMP Negeri 3 Susua ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan yang ada. Warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk menutup sekolah secara permanen, melainkan untuk mendorong perbaikan tata kelola pendidikan agar lebih transparan, adil, dan berintegritas demi masa depan generasi muda Desa Hilimboho.
(Tim/ST).

Posting Komentar